Asuransi Jiwa,
Sekarang??
Apakah itu Asuransi Jiwa?
Mungkin sudah banyak yang pernah mendengar, lumayan banyak yang mengerti sedikit-sedikit, beberapa yang paham benar arti asuransi jiwa, namun hanya sebagian kecil yang memiliki dan membeli asuransi jiwa secara sadar, dan sangat sedikit yang membagikan cerita tentang ini..
Mengapa?
Karena pada dasarnya manusia memikirkan kebutuhan hidup sehari-harinya terlebih dahulu, pendidikan pun berpengaruh terhadap pola pikir yang mulai berpikir tentang hari esok, keengganan membicarakan tentang kematian ataupun sakit penyakit, masih kurang tersebarnya informasi yang benar tentang manfaat asuransi alih-alih manfaat bagi sang penjual (demi komisi), dan -karna probabilitas dari jumlah orang yang claim biasanya lebih sedikit dari yang sehat maka- yang berkesaksian akan manfaat asuransi pun sedikit
Asuransi pada dasarnya adalah perlindungan. Namun, Asuransi Jiwa bukan perlindungan jiwa -seperti halnya tolak bala/jimat- namun Perlindungan Nilai Ekonomis dari Jiwa tersebut.
Apakah itu Asuransi Jiwa?
Mungkin sudah banyak yang pernah mendengar, lumayan banyak yang mengerti sedikit-sedikit, beberapa yang paham benar arti asuransi jiwa, namun hanya sebagian kecil yang memiliki dan membeli asuransi jiwa secara sadar, dan sangat sedikit yang membagikan cerita tentang ini..
Mengapa?
Karena pada dasarnya manusia memikirkan kebutuhan hidup sehari-harinya terlebih dahulu, pendidikan pun berpengaruh terhadap pola pikir yang mulai berpikir tentang hari esok, keengganan membicarakan tentang kematian ataupun sakit penyakit, masih kurang tersebarnya informasi yang benar tentang manfaat asuransi alih-alih manfaat bagi sang penjual (demi komisi), dan -karna probabilitas dari jumlah orang yang claim biasanya lebih sedikit dari yang sehat maka- yang berkesaksian akan manfaat asuransi pun sedikit
Asuransi pada dasarnya adalah perlindungan. Namun, Asuransi Jiwa bukan perlindungan jiwa -seperti halnya tolak bala/jimat- namun Perlindungan Nilai Ekonomis dari Jiwa tersebut.
Dengan kata lain,
Asuransi Jiwa ditujukan bagi seseorang yang hendak melindungi orang-orang/lingkungan yang bergantung pada nilai ekonomis-nya (keluarga, karyawan, perusahaan), agar apabila ia kelak tidak ada / tidak mampu menghasilkan nilai ekonomis, maka ada yang menjamin.
Dapat disimpulkan maka
ada 3 pihak yang terlibat, Peserta/Tertanggung, Ahli waris/Termaslahat,
Penjamin/Penanggung. Mari kita bahas satu-persatu:
- Peserta/Tertanggung : seseorang yang hendak melindungi nilai ekonomis-nya.
- Siapa yang BISA memiliki Asuransi Jiwa? .. Siapa saja (syarat usia berbeda-beda disetiap perusahaan asuransi)
- Siapa yang LAYAK memiliki Asuransi Jiwa? .. Siapa saja yang hendak melindungi orang-orang/lingkungan yang bergantung pada nilai ekonomis-nya
- Ahli Waris/Termaslahat : Adalah orang/badan yang ditunjuk oleh peserta, yang akan menerima manfaat Nilai Ekonomis (berupa uang pastinya) apabila terjadi resiko pada si peserta.
- Siapa Ahli Waris itu? .. Pastinya yang memiliki hubungan darah dekat atau yang kuatkan oleh keputusan pemerintah/pengadilan (anak angkat/perusahaan)
- Berapakah Nilai Ekonomis itu? .. Sebaiknya adalah perkiraan perhitungan selayaknya apabila peserta masih ada. (cara menghitung Nilai Ekonomis klik link ini)
- Penjamin/Penanggung : Adalah Perusahaan Asuransi yang menjual perlindungan tersebut (wujud nyatanya berupa buku Polis/buku perjanjian) kepada Peserta.
- Apa yang Penting Diperhatikan dalam memilik penanggung?
- Memiliki Kredibilitas dan Track Record Perusahaan yang jelas dan baik : Karena perlindungan ini pasti bersifat jangka panjang, maka kesehatan perusahaan / RBC (Risk Base Capital dijelaskan di link ini)
- Diwakilkan oleh Tenaga Penjual/Agent yang bersertifikat, berdedikasi & berintegritas tinggi : Karena Anda pasti ingin mendapati sang penjual memberikan pelayanan purna jual yang jangka panjang dan memihak pada kebaikan bagi peserta.
- Bagaimana Mengetaui Kredibilitas perusahaan Asuransi?
- Yang Paling Mudah memang dengan mendapatkan referensi dari kerabat dan teman, namun hal tersebut bisa menjadi subyektif dan belum tentu berlaku sama terhadap Anda, apa lagi bila ternyata kerabat dan teman tersebut ternyata mewakili perusahaan Asuransi tertentu.
- Yang Paling Baik adalah benar-benar menyiapkan waktu dan pikiran untuk melakukan penelitian kecil dari berbagai sumber yang non subyektif (misalkan langsung dari CS perusahannya, dari konsultan/broker asuransi, maupun dari lembaga peringat publik dan artikel-artikelnya yang bisa di browsing di internet). Karena belum tentu asuransi terbaik adalah yang ditawarkan Bank Besar, yang ditawarkan teman/saudara sendiri, yang berulang kali datang ke rumah, yang dalam negeri/luar negeri, yang tertua/terbesar, yang memberikan mafaat super lengkap/hadiah cash back.
Yang terpenting dalam memilih Asuransi Jiwa adalah 3 hal :
1.
Harus
sesuai dengan TUJUAN. Karena tujuan ini lah yang membuat kita
bertahan untuk tetap membayar asuransi, ditengah banyaknya godaan untuk
membelanjakannya untuk hal lain.
2.
Harus
sesuai dengan KEMAMPUAN. Karena ini bersifat jangka panjang, jangan
sampai terganggu kebutuhan penting sehari-hari.
3.
Harus
sesuai dengan KRITERIA MANFAAT yang kita PERLUKAN,
bukan semata-mata karena ditawarkan.
Lalu, mengapa harus Sekarang???
Karena memang waktu adalah kepunyaan Tuhan.
Beruntunglah apabila
kita masih memiliki waktu untuk melakukan semua kriteria di atas agar segala
sesuatunya menjadi baik. Namun sering kali ditengah kesibukan sehari-hari, kita
lupa bahwa nilai ekonomis kita semakin meningkat, namun kita belum juga
melindunginya. Belum lagi ditengah banyaknya pilihan, maka keraguan mengedepan
sementara waktu tidak lagi mengulang.
Maka, bila Anda adalah bernilai, belilah Asuransi Jiwa, Sekarang!
Mari Berasuransi.
Ditulis oleh: Hendrik J. Silitonga SE, MSi
Konsultan Asuransi Allianz Indonesia
Maka, bila Anda adalah bernilai, belilah Asuransi Jiwa, Sekarang!
Mari Berasuransi.
Ditulis oleh: Hendrik J. Silitonga SE, MSi
Konsultan Asuransi Allianz Indonesia